Sabtu, 14 Juli 2012 | 11.52 | 0 Comments

Rahasia Dibalik Bungkus Rokok Gudang Garam Filter


Yang perokok pasti tau tapi blom ada yg tau kan ada apa dibalik bungkusnya?

Kalo kita merobek bagian bawah bungkus gudang garam filter ada kotak yg dibagi menjadi 4 warna, MERAH, HITAM, BIRU, EMAS


Buat apa warna2 tersebut?

Ternyata gan dengan kita mengosokkan ujung filter kita pada salah 1 warna pada kotak2 tersebut maka kita bakal ngerasain rasa tembakau yg beda2, tergantung diwarna apa kita menggosoknya

Beda warna beda rasa gan

MERAH Rasa tembakaunya lebih tajam dan lebih keras dari biasanya

HITAM Medium rasa tembakaunya pas dilidah (favorite ane gan)

BIRU Bau tembakaunya khas bgt gan, agak2 kya benthoel biru gitu

EMAS Yang ini soft bgt gan, lebih soft dari rokok filter yg biasa kita hisap

Penilaian rasa tiap orang beda2 gan, tergantung lidah masing2 tp yg jelas rasa dan bau tembakau nya bener2 berubah stelah digosok.

Cukup dirobek bagian bawah bungkus gudang garam filternya dan selamat menggosok dan mencoba....
Baca Lanjutan Rahasia Dibalik Bungkus Rokok Gudang Garam Filter


Inilah Pulau Yang Seluruh Penghuninya Gemuk

http://lintasme.s3.amazonaws.com/2012-02/big/ba490fef7e4dac8238d326761cb63907.jpgBukan keunikan budaya atau keindahan alam membuat Nauru sohor. Negara kecil yang hanya berpenduduk sekitar 10 ribu jiwa ini menjadi perbincangan dunia karena ciri tubuh penduduknya yang gemuk.

Berdasar catatan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, sekitar 95 persen warga negara di kawasan Samudra Pasifik itu menderita obesitas. Sebagian besar bahkan menderita diabetes.

Mereka yang tergolong obesitas memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 30. Sedangkan orang gemuk dibatasi pada skala 25-30, dan tubuh ideal sebesar 18,5-24,9. IMT dihitung dari berat badan (kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (meter persegi).

Secara historis, warga Nauru mengenal tradisi penggemukan dengan memberi makan berlebihan sejak kecil. Namun, itu bukan satu-satunya pemicu meledaknya angka obesitas di negara seluas 21 kilometer persegi itu.

Kegemaran masyarakat mengonsumsi makanan berlemak dan mengandung gula juga turut andil mengantarkan Nauru sebagai negara berpenduduk gemuk terbanyak di dunia. Kondisi pun semakin buruk dengan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gaya hidup sehat.

Masyarakat Nauru mengalami perubahan gaya hidup sejak menemukan cadangan fosfat melimpah di awal 1900-an. Mereka menjadi sangat konsumtif seiring kehadiran sejumlah perusahaan tambang di negara yang berbentuk pulau itu.

Perbaikan tingkat perekonomian mengubah gaya hidup masyarakat setempat. Buah dan ikan yang tadinya menjadi makanan favorit tergeser makanan 'sampah' impor. Kehidupan masyarakat Nauru saat ini sangat bergantung impor makanan dari Amerika, Jepang dan Australia.

Ledakan obesitas membuat pemerintah Nauru harus bekerja keras menyelamatkan warganya dari risiko penyakit terkait obesitas. Berbagai program pelangsingan diluncurkan, mulai dari kelas senam gratis, olahraga, seminar gizi, hingga menggelar kontes penurunan berat badan.

Predikat yang diraih Nauru itu diikuti Mikronesia dengan 92 persen penduduk mengalami kelebihan berat badan, Kepulauan Cook (92%), Tonga (92%), Niue (84%), Samoa (83%), Palau (81%), Amerika Serikat (79%), Kiribati (77%), dan Dominika (76%).
Baca Lanjutan Inilah Pulau Yang Seluruh Penghuninya Gemuk


Yuk Biasakan Anak Minum Air Putih!



Bagi orang dewasa, kebutuhan akan cairan tubuh dapat dengan mudah terpenuhi. Saat haus, orang dewasa dapat dengan mudah mengambil air putih dan mengkonsumsinya. Namun bagaimana dengan anak-anak? Apakah mereka membutuhkan air sebanyak orang dewasa? Lalu bagaimana cara mereka memenuhi kebutuhan cairannya?

Pada usia anak-anak, pemenuhan kebutuhan cairan cenderung tergantung pada orang tua atau orang dewasa di sekitarnya. Padahal hal ini adalah salah satu hal paling krusial bagi masa pertumbuhan mereka. Anak-anak membutuhkan banyak cairan bagi tubuhnya seiring dengan berat badan dan masa pertumbuhannya. Bagi anak usia 4-8 tahun kebutuhan cairannya adalah 1,6 Liter (6-7 gelas) sehari. Anak usia 9 tahun ke atas kebutuhan cairannya sama seperti dewasa yaitu 2 Liter (8 gelas) sehari.


Namun, saat ini yang menjadi masalah adalah terkadang sulit untuk mengetahui dan mengatur seberapa banyak air yang dikonsumsi anak-anak, terutama jika mereka pergi ke sekolah tiap hari. Apalagi menurut sebuah riset banyak anak-anak yang tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup selama di sekolah. Lalu apa saja yang harus dilakukan untuk membiasakan anak minum secara teratur? Berikut beberapa tips mudah yang dapat Anda lakukan!


  • Tawarkan air putih pada anak-anak secara teratur meskipun anak belum merasa haus. Karena saat merasa haus, sebenarnya tubuh kita sudah mengalami kekurangan cairan.
  • Beritahu mereka bahwa tubuh mereka butuh air untuk beraktivitas
  • Biasakan anak minum cukup saat sarapan sebelum pergi ke sekolah.
  • Sarankan pada gurunya di sekolah untuk menganjurkan para murid mereka untuk minum saat jam istirahat
  • Saat anak anda mengatakan bahwa ia haus, tanggapi secepatnya. Untuk menumbuhkan kebiasaan minum yang sehat, sebaiknya tawarkan ia air putih dan bukan minuman dengan pemanis.
  • Untuk anak-anak yang sudah besar, selalu sediakan sebotol air putih untuk mereka bawa ke sekolah.
  • Awasi banyaknya minuman berkadar gula tinggi yang Anak anda minum.
  • Jika Anak anda ingin minum minuman yang berasa, coba tambahkan potongan jeruk atau perasa yang alami.
  • Anjurkan anak-anak usia sekolah untuk minum air sebelum, saat dan sesudah berolahraga
  • Pastikan Anak anda minum air saat melakukan aktivitas ekstrakurikuler seperti olahraga dan bermain
  • Beri contoh yang baik! Bersikaplah tegas dan tumbuhkan kebiasaan minum yang sehat pada diri anda sendiri. Dengan begitu, Anda akan menumbuhkan kebiasaan yang baik sejak dini pada anak Anda dengan menurunkan pada mereka hal-hal baik yang biasa Anda lakukan.
Dengan menerapkan berbagai cara di atas, kebutuhan cairan anak dapat terpenuhi dan mereka pun akan terbiasa membawa kebiasaan sehatnya hingga dewasa. Jadi, yuk ajarkan anak Anda minum air putih teratur sedini mungkin!

Baca Lanjutan Yuk Biasakan Anak Minum Air Putih!


Teknologi Untuk Membersihkan Pencemaran Air Laut, Buatan Indonesia !



Tim peneliti Indonesia berhasil mengembangkan teknologi bioremedial yang bisa berguna untuk mengatasi pencemaran di laut. Teknologi tersebut berupa kultur bakteri yang akan menyerap bahan pencemar.Teknologi terbaru ini diperkenalkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad pada acara temu nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu (18/6/2010).

"Saya kaget Indonesia bisa buat ini. Teknologi ini adalah hasil karya anak bangsa dan pertama di dunia. Kalau berhasil, saya akan sebar bakteri ini pertama kali di daerah Timor karena di sana sedang tercemar lautnya," ujar Fadel.
Selain diterapkan di laut, teknologi bioremedial juga dapat diterapkan di daerah genangan lumpur Lapindo. Bakteri-bakteri yang dibudidayakan bisa memisahkan lumpur dan air sehingga dapat menjernihkan dan menteralkan genengan lumpur tersebut.

"Mikroorganisme ini saat makan minyak menghasilkan semacam liur, nah liur ini yang bisa digunakan untuk menyerap lumpur seperti lumpur di Lapindo," ujar Edison Effendi, salah seorang peneliti bioteknologi dan teknik lingkungan. Setelah lumpur terserap, daerah bekas genangan lumpur dapat ditebar benih ikan.

Teknologi ini sudah dikembangkan sejak tahun 1998 oleh tim dari ITB yang bekerja sama dengan Balai Penelitian Kementrian Kelautan dan Perikanan. Bioremedial terdiri dari 100 macam bakteri dan mikroorganisme yang berbentuk seperti serbuk gergaji yang disebar untuk menyerap limbah minyak yang ada di permukaan laut. Dengan sendirinya laut yang tercemar akan bersih. Setelah menyerap ampas minyak, mikroorganisme ini bisa digunakan sebagai makanan ikan laut dan udang. Proses dari ditaburkan hingga menyerap minyak dengan sempurna memakan waktu kurang lebih 1 minggu.


KEUNTUNGAN

Ada sejumlah keuntungan efisiensi biaya / untuk bioremediasi, yang dapat digunakan di daerah-daerah yang tidak dapat diakses tanpa penggalian . For example, hydrocarbon spills (specifically, petrol spills) or certain chlorinated solvents may contaminate groundwater , and introducing the appropriate electron acceptor or electron donor amendment, as appropriate, may significantly reduce contaminant concentrations after a long time allowing for acclimation. Sebagai contoh, hidrokarbon tumpahan (khusus, bensin tumpahan) atau pelarut diklorinasi tertentu dapat mencemari air tanah , dan memperkenalkan akseptor elektron sesuai atau donor elektron perubahan sebagaimana mestinya, secara signifikan dapat mengurangi kontaminan konsentrasi setelah waktu yang lama memungkinkan untuk aklimatisasi. This is typically much less expensive than excavation followed by disposal elsewhere, incineration or other ex situ treatment strategies, and reduces or eliminates the need for "pump and treat", a common practice at sites where hydrocarbons have contaminated clean groundwater. Hal ini biasanya jauh lebih murah dari penggalian diikuti oleh pembuangan di tempat lain, insinerasi atau perlakuan ex situ strategi lain, dan mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk "pompa dan memperlakukan", sebuah praktek umum di situs mana hidrokarbon telah mengotori air tanah bersih.


BIOREMEDIAL, BASMI PENCEMARAN

Bioremedial terdiri dari 100 macam bakteri dan mikroorganisme yang berbentuk seperti serbuk gergaji. Serbuk ini kemudian ditabur pada media yang tercemar. Pada kasus tumpahan minyak di laut. Proses menaburkan hingga menyerap tumpahan minyak dengan sempurna kurang lebih 1 minggu.

Ketika teknologi bioremedial tersebut, menyerap minyak. Bakteri dan Mikroorganisme yang ada akan menghasilkan semacam liur. Liur ini dapat dimanfaatkan untuk memisahkan air dan lumpur, kata Edison Effendi, salah seorang peneliti bioteknologi dan teknik lingkungan. Atau untuk menjernihkan air.

Sehingga, fungsi calcium carbonat (CaCo3)dalam pengelolaan air bersih dapat digantikan oleh teknologi bioremedial agar lebih aman untuk dikonsumsi. Uniknya, setelah digunakan untuk menyerap tumpahan minyak di laut. Serbuk ini dapat digunakan untuk pakan ikan laut dan udang.


BIOREMEDIASI IPB, NETRALKAN AIR ASAM TAMBANG


Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB, Dwi Andreas Santoso. Mampu menetralkan air asam tambang, membersihkan limbah minyak bumi, atau limbah yang mengandung merkuri dan fenol. Melalui teknologi baru untuk memulihkan lingkungan yang tercemar,bioremediasi.

Air Asam Tambang (AAT) adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebutkan lindian, rembesan atau aliran yang telah dipengaruhi oleh oksidasi alamiah mineral sulfida yang terkandung dalam batuan yang terpapar selama penambangan.

Untuk menganggulangi air asam tambang ini biasanya menggunakan active dan passive treatment, yang masing-masing memiliki metode-metode sendiri. Salah satunya teknologi bioremediasi.

Dengan teknologi remediasi. Biaya bisa dihemat antara 25%-50% dibanding teknologi bioremediasi lainnya. Khusus untuk detoksifikasi merkuri, teknologi yang ditemukan Andreas mampu menurunkan merkuri dalam limbah hingga 98,5% dalam waktu 30 menit. “Teknologi ini sudah teruji keefektifannya dan sudah didaftarkan IPB untuk memperoleh paten,” kata Andreas.

Secara teknis, limbah minyak bumi bisa dibersihkan menggunakan bakteri Bacillus sp. ICBB 7859. Sementara limbah merkuri bisa menggunakan Pseudomonas pseudomallei ICBB 1512. Sedangkan fenol menggunakan khamir Candida sp. ICBB 1167 dan Pseudomonas sp kata Andreas.

Dalam bidang pertanian. Teknologi ini pernah diujicobakan di Lembang. Pada daerah persawahan yang tercemar oleh limbah pabrik tekstil yang mengandung kadmium. Unsur beracun terberat kedua setelah merkuri. Setelah dibioremediasi dilakukan. Dalam hitungan minggu, persawahan pun kembali dapat ditanami padi. “Pada daerah tercemar, agar lingkungan kembali pulih, bisa menggunakan bakteri Desulfotomaculum orientis ICBB 1204,” imbuh Andreas.

Kompas.com
Baca Lanjutan Teknologi Untuk Membersihkan Pencemaran Air Laut, Buatan Indonesia !


Adakah Hubungan Jerawat dan Masturbasi?

Banyak laki-laki yang percaya bahwa sering masturbasi bisa menyebabkan jerawat, terutama para remaja yang baru memasuki masa pubertas. Benarkah demikian?


http://blog.indojunkers.com/wp-content/uploads/2011/03/jerawat-remaja2-ts-dlm.jpg

Masturbasi bisa menyebabkan jerawat merupakan salah satu mitos seputar jerawat yang sudah dipercaya sejak dulu. Tapi yang benar, masturbasi bukanlah penyebab jerawat.

Meskipun hormon seks testosteron merupakan penyebab utama dari jerawat, tetapi terlibat dalam aktivitas seksual tidak memberikan pengaruh pada apa-apa jerawat.

Jerawat sama sekali tidak ada berhubungan dengan masturbasi seperti dilansir About.com, Jumat (25/3/2011).

Mitos ini banyak dipercaya karena jerawat pertama kali muncul selama masa pubertas. Pubertas juga merupakan saat yang sama ketika kehidupan seksualitas dan perasaan seksual mulai timbul.

Tapi meskipun keduanya mungkin muncul pada waktu bersamaan, jerawat dan kehidupan seks tidak saling berpengaruh.

Jerawat berkembang karena adanya perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh selama masa pubertas. Sebagian besar remaja mengalami jerawat bahkan beberapa orang dewasa juga masih berjerawat.

Selain mitos masturbasi, ada beberapa mitos lain seputar jerawat yang masih banyak dipercaya seperti dilansir Health24:

Mitos, coklat dapat menyebabkan jerawat
Coklat seringkali dihubungkan dengan jerawat, karena coklat mengandung jumlah lemak dan minyak sebum tinggi. Mungkin orang berpikir jika mengonsumsi coklat berlebih, tubuh akan berusaha mengurangi lemak dari kelenjar sebaceous yang dihambat pori-porinya sehingga menyebabkan jerawat.

Faktanya, peneliti menyebutkan bahwa coklat tidak ada hubungannya dengan jerawat. Peneliti justru menemukan bahwa coklat memiliki antioksidan ditambah kafein dan bisa memberikan efek relaksasi bagi pikiran orang yang mengonsumsinya. Selain itu, antioksidan yang terkandung di dalam coklat juga bisa berguna untuk perawatan kulit, sehingga saat ini coklat menjadi bahan masker yang sangat digemari oleh masyarakat.

Makan coklat dalam jumlah cukup tidak akan menimbulkan kerugian apapun. Yang terpenting adalah menghindari makanan yang tinggi kadar gula, karena bisa menyebabkan meningkatnya produksi hormon.

Mitos, hanya remaja yang memiliki jerawat
Faktanya, meski jarang terjadi, ada bayi yang terlahir dengan jerawat dan beberapa orang mengalami jerawat untuk pertama kalinya saat memasuki usia dewasa.

Kebanyakan orang berurusan dengan jerawat, tetapi perempuan dapat mengalaminya hingga menopause. Sebanyak 5 persen perempuan berusia 40 tahun memiliki jerawat, tetapi hanya 1 persen dari pria dalam kelompok usia tersebut.

Mitos, jarang membersihkan muka bisa menyebabkan jerawat
Mitos ini mungkin ada benarnya karena jerawat bisa disebabkan karena kotoran dan minyak yang menyumbat pori-pori. Tetapi pada orang yang berkulit kering, terlalu sering membersihkan muka juga bisa menyebabkan kulit semakin kering dan membuat jerawat semakin memburuk.

Mitos, stres dapat menyebabkan jerawat
Faktanya, stres tidak menyebabkan jerawat tetapi jika kulit Anda sudah berjerawat stres dapat memperburuknya.
Baca Lanjutan Adakah Hubungan Jerawat dan Masturbasi?


 
Copyright Berita Bacaan © 2010 - All right reserved - Editing Beritabacaan Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.