Tampilkan postingan dengan label Polusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polusi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 14 Juli 2012 | 11.44 | 0 Comments

Teknologi Untuk Membersihkan Pencemaran Air Laut, Buatan Indonesia !



Tim peneliti Indonesia berhasil mengembangkan teknologi bioremedial yang bisa berguna untuk mengatasi pencemaran di laut. Teknologi tersebut berupa kultur bakteri yang akan menyerap bahan pencemar.Teknologi terbaru ini diperkenalkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad pada acara temu nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu (18/6/2010).

"Saya kaget Indonesia bisa buat ini. Teknologi ini adalah hasil karya anak bangsa dan pertama di dunia. Kalau berhasil, saya akan sebar bakteri ini pertama kali di daerah Timor karena di sana sedang tercemar lautnya," ujar Fadel.
Selain diterapkan di laut, teknologi bioremedial juga dapat diterapkan di daerah genangan lumpur Lapindo. Bakteri-bakteri yang dibudidayakan bisa memisahkan lumpur dan air sehingga dapat menjernihkan dan menteralkan genengan lumpur tersebut.

"Mikroorganisme ini saat makan minyak menghasilkan semacam liur, nah liur ini yang bisa digunakan untuk menyerap lumpur seperti lumpur di Lapindo," ujar Edison Effendi, salah seorang peneliti bioteknologi dan teknik lingkungan. Setelah lumpur terserap, daerah bekas genangan lumpur dapat ditebar benih ikan.

Teknologi ini sudah dikembangkan sejak tahun 1998 oleh tim dari ITB yang bekerja sama dengan Balai Penelitian Kementrian Kelautan dan Perikanan. Bioremedial terdiri dari 100 macam bakteri dan mikroorganisme yang berbentuk seperti serbuk gergaji yang disebar untuk menyerap limbah minyak yang ada di permukaan laut. Dengan sendirinya laut yang tercemar akan bersih. Setelah menyerap ampas minyak, mikroorganisme ini bisa digunakan sebagai makanan ikan laut dan udang. Proses dari ditaburkan hingga menyerap minyak dengan sempurna memakan waktu kurang lebih 1 minggu.


KEUNTUNGAN

Ada sejumlah keuntungan efisiensi biaya / untuk bioremediasi, yang dapat digunakan di daerah-daerah yang tidak dapat diakses tanpa penggalian . For example, hydrocarbon spills (specifically, petrol spills) or certain chlorinated solvents may contaminate groundwater , and introducing the appropriate electron acceptor or electron donor amendment, as appropriate, may significantly reduce contaminant concentrations after a long time allowing for acclimation. Sebagai contoh, hidrokarbon tumpahan (khusus, bensin tumpahan) atau pelarut diklorinasi tertentu dapat mencemari air tanah , dan memperkenalkan akseptor elektron sesuai atau donor elektron perubahan sebagaimana mestinya, secara signifikan dapat mengurangi kontaminan konsentrasi setelah waktu yang lama memungkinkan untuk aklimatisasi. This is typically much less expensive than excavation followed by disposal elsewhere, incineration or other ex situ treatment strategies, and reduces or eliminates the need for "pump and treat", a common practice at sites where hydrocarbons have contaminated clean groundwater. Hal ini biasanya jauh lebih murah dari penggalian diikuti oleh pembuangan di tempat lain, insinerasi atau perlakuan ex situ strategi lain, dan mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk "pompa dan memperlakukan", sebuah praktek umum di situs mana hidrokarbon telah mengotori air tanah bersih.


BIOREMEDIAL, BASMI PENCEMARAN

Bioremedial terdiri dari 100 macam bakteri dan mikroorganisme yang berbentuk seperti serbuk gergaji. Serbuk ini kemudian ditabur pada media yang tercemar. Pada kasus tumpahan minyak di laut. Proses menaburkan hingga menyerap tumpahan minyak dengan sempurna kurang lebih 1 minggu.

Ketika teknologi bioremedial tersebut, menyerap minyak. Bakteri dan Mikroorganisme yang ada akan menghasilkan semacam liur. Liur ini dapat dimanfaatkan untuk memisahkan air dan lumpur, kata Edison Effendi, salah seorang peneliti bioteknologi dan teknik lingkungan. Atau untuk menjernihkan air.

Sehingga, fungsi calcium carbonat (CaCo3)dalam pengelolaan air bersih dapat digantikan oleh teknologi bioremedial agar lebih aman untuk dikonsumsi. Uniknya, setelah digunakan untuk menyerap tumpahan minyak di laut. Serbuk ini dapat digunakan untuk pakan ikan laut dan udang.


BIOREMEDIASI IPB, NETRALKAN AIR ASAM TAMBANG


Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB, Dwi Andreas Santoso. Mampu menetralkan air asam tambang, membersihkan limbah minyak bumi, atau limbah yang mengandung merkuri dan fenol. Melalui teknologi baru untuk memulihkan lingkungan yang tercemar,bioremediasi.

Air Asam Tambang (AAT) adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebutkan lindian, rembesan atau aliran yang telah dipengaruhi oleh oksidasi alamiah mineral sulfida yang terkandung dalam batuan yang terpapar selama penambangan.

Untuk menganggulangi air asam tambang ini biasanya menggunakan active dan passive treatment, yang masing-masing memiliki metode-metode sendiri. Salah satunya teknologi bioremediasi.

Dengan teknologi remediasi. Biaya bisa dihemat antara 25%-50% dibanding teknologi bioremediasi lainnya. Khusus untuk detoksifikasi merkuri, teknologi yang ditemukan Andreas mampu menurunkan merkuri dalam limbah hingga 98,5% dalam waktu 30 menit. “Teknologi ini sudah teruji keefektifannya dan sudah didaftarkan IPB untuk memperoleh paten,” kata Andreas.

Secara teknis, limbah minyak bumi bisa dibersihkan menggunakan bakteri Bacillus sp. ICBB 7859. Sementara limbah merkuri bisa menggunakan Pseudomonas pseudomallei ICBB 1512. Sedangkan fenol menggunakan khamir Candida sp. ICBB 1167 dan Pseudomonas sp kata Andreas.

Dalam bidang pertanian. Teknologi ini pernah diujicobakan di Lembang. Pada daerah persawahan yang tercemar oleh limbah pabrik tekstil yang mengandung kadmium. Unsur beracun terberat kedua setelah merkuri. Setelah dibioremediasi dilakukan. Dalam hitungan minggu, persawahan pun kembali dapat ditanami padi. “Pada daerah tercemar, agar lingkungan kembali pulih, bisa menggunakan bakteri Desulfotomaculum orientis ICBB 1204,” imbuh Andreas.

Kompas.com
Baca Lanjutan Teknologi Untuk Membersihkan Pencemaran Air Laut, Buatan Indonesia !


Rabu, 11 Juli 2012 | 14.08 | 0 Comments

Ilmuwan Bikin Satelit Pembersih Sampah Antariksa


Ilmuwan Bikin Satelit Pembersih Sampah Antariksa
BERN - Para Ilmuwan dari Swiss menyiapkan rencana peluncuran satelit pembersih sampah, yang dirancang untuk membersihkan wilayah luar angkasa yang paling dekat dengan Bumi. Satelit tersebut akan menggenggam puing sampah yang mengorbit pada Bumi, dan melemparnya ke atmosfer.
Satelit pembersih yang bernama CleanSpace One tersebut bernilai USD11 juta, dan dibangun oleh Swiss Space Center di Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EFPL). Demikian diwartakan Dailymail, Jumat (17/2/2012).
EFPL sendiri mengatakan bahwa peluncurannya akan dilakaukan antara tiga sampai lima tahun yang akan datang. Tugas pertama ClearSpace One adalah membersihkan dua satelit yang diluncurkan Swiss pada 2009 dan 2010.
Menurut NASA, di wilayah luar angkasa dekat Bumi ada sekira lebih dari 500 ribu roket bekas, satelit rusak, dan puing-puing lainnya yang mengorbit pada Bumi. Puing-puing tersebut bergerak dalam kecepatan yang mendekati 17.500 mil per jam, cukup cepat untuk menghancurkan atau menimbulkan kerusakan parah pada sebuah satelit atau pesawat luar angkasa.
"Sudah jadi hal mendasar utnuk menyadari keberadaan puing-puing ini, serta risiko yang timbul akibat peningkatan jumlahnya," kata Claude Nicollier, astronot dan profesor di EFPL.
Menurut para ilmuwan, membangun satelit berarti mengembangkan teknologi baru untuk mengatasi tiga masalah besar. Pertama adalah hambatan yang berkaitan dengan lintasan, satelit harus mampu untuk menyesuaikan jalan untuk mencapai targetnya. EPFL sendiri mengatakan bahwa laboratoriumnya sedang mencari penggerak super mini yang bisa melakukan hal ini.
Selanjutnya, satelit harus bisa memegang dan menstabilkan puing-puing pada kecepatan tinggi. Untuk hal ini, para ilmuwan saat ini sedang mempelajari bagaimana tanaman dan hewan sebagai model. Kemudian, CleanSpace One harus bisa mengambil puing-puing, atau satelit yang tidak diinginkan, melemparnya kembali ke atmosfer bumi agar puing-puing tersebut terbakar ketika memasuki atmosfer.
Baca Lanjutan Ilmuwan Bikin Satelit Pembersih Sampah Antariksa


Jumat, 29 Juni 2012 | 12.15 | 0 Comments

5 Jenis Tanaman yang Beraroma Aneh

Banyak tanaman yang menarik perhatian manusia. Terutana tanaman bunga yang meninggalkan bau harum atau memiliki estetika keindahan. Tapi ada beberapa tanaman yang meninggalkan bau tidak sedap dan tidak memiliki keindahan estetika justru menjadi perhatian, lantaran kelangkaannya. 
Berikut  5 Jenis Tanaman yang Beraroma Aneh :
1. Hydnora Africana



Hydnora Africana merupakan tanaman asli Afrika Selatan. Tanaman parasit memiliki aroma aneh atau lebih tepatnya sangat menjijikan, karena berbau kotoran. Namun tanaman ini sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup tanaman lainnuya, sehingga mampu menarik dan membunuh kumbang dan penyerbuk lainnya. Perangkap dari tanaman ini menangkap kumbang hingga mati sebelum dilepaskannya lagi. Bukan hanya bau yang menjijikan, tanaman ini juga tidak memiliki estetika keindahan. Dengan warna browngrey tampak membosankan dan tidak memiliki daun, sehingga tampak seperti tunaman mati. Tumbuh di bawah tanah yang menjadikannya terlihat seperti bunga berdaging. Tanaman ini pertama kali ditemukan dan ditransplantasikan ke California pada tahun 1973 oleh Sherwin Carlquist.

2. Nepenthes



Tanaman Nepenthes ditemukan di daratan Asia, Australia, dan di seluruh kepulauan melayu. Tanaman  ini tumbuh subur di lokasi dengan kelembaban dan curah hujan rata-rata tinggi dan banyak cahaya. Tanaman ini juga sering disebut cangkir monyet. Tanaman ini pertama kali ditemukan pada 1658 dengan penjelasan  memiliki tinggi sekitar 3 meter, memiliki panjang daun sekitar 7 inci dan tampak seperti bunga berlubang, bunga berongga yang memproduksi cairan  sendiri. Cairan yang dihasilakn kadang-kadang diminum oleh mamalia, tetapi tujuan sebenarnya adalah untuk membunuh mangsanya. Bunga ini ada yang tumbuh tinggi, menggantung dari tanaman merambat, dan tumbuh  rendah lebih dekat ke tanah. Nepenthes akan makan laba-laba, serangga, kalajengking, dan kelabang. Tapi yang berukuran besar bisa memakan kadal, katak dan keong.

3. Dracunculus Vulgaris


Kadang-kadang disebut Stinky Lyly atau Dragonwort. Vulgaris Dracunculus mendapatkan namanya dari bentuknya. Tanaman memiliki spadex dengan warna ungu hitam atau dikelilingi oleh spathe. Spadex ini sering disebut sebagai naga yang bersembunyi di spathe. Tanaman ini paling sering ditemukan di kawasan Balkan, termasuk Crete, Yunani, dan Kepulauan Aegean. Peneliti mampu mengambilnya dari lokasi tersebut dan bisa dikembangbiakan di beberapa kawasan di Amerika Serikat, seperti Tennessee, Oregon, dan California. Bahkan sudah dibudidayakan di Puerto Rico. Namun nama dari tanaman ini dipergunakan karena bau yang dikeluarkannya seperti bau bangkai. Hanya saja bau tersebut tidak permanen dan bisa hilang setiap saat. Dalam satu tahun tanaman ini bisa 40 kali mekar.

4. Rafflesia Arnoldii


Rafflesia Arnoldi, tanaman yang terkenal bukan karena keindahannya, melainkan karena ukuran dan bau yang ditinggalkannya. Seperti Vulgaris Dracunculus, Rafflesia Arnoldi memiliki bau yang khas yaitu bau bangkai. Nama tanaman ini sesuai dengan nama penemunya, Sir Stamford Raffles. Tanaman ini bisa ditemukan di hutan hujan Kalimantan dan Sumatera serta kepulauan Indonesia lainnya. Tanaman ini dianggap merupakan bunga raksasa yang beratnya bisa mencapai 24 pound dan memiliki lebar hamper 3 kaki. Tanaman ini tumbuh dengan 5 kelopak yang sangat tebal dan memiliki warna khas, merah-orange.

5. Amorphophallus Titanum


Amorphophallus Titanum adalah tanaman yang hanya adat di hutan hujan Sumatera, meskipun telah ditransplantasikan, dan tumbuh di seluruh dunia. Tanaman ini tingginya bisa mencapai 10 meter dan mirip bunga Lyly Calla tetapi dengan spadex tumbuh di tengah-tengah. Bau yang ditinggalkannya seperti Rafflesia Arnoldi dengan bau bangkai menyengat. Tapi bau itu untuk mengundang kumbang dan lalat sebagai makanannya.
Baca Lanjutan 5 Jenis Tanaman yang Beraroma Aneh


Kamis, 24 Mei 2012 | 12.20 | 0 Comments

Bahaya Menahan Kentut dan Kenapa Kentut Berbau ?

Flatus atau dalam bahasa kerennya disebut ‘kentut’ merupakan proses keluarnya gas yang telah dihasilkan di saluran pencernaan melalui anus. Kentut seringkali dianggap sebagai suatu tindakan yang tidak sopan jika dilakukan di depan publik oleh kebanyakan kalangan budaya, termasuk oleh kebudayaan di Indonesia. Bahkan untuk sekedar menghormati norma tata krama atau bagian dari aktualisasi diri, tidak jarang membuat seseorang cenderung berusaha untuk menahan kentutnya saat berada di tempat umum. Namun, tahukah Anda betapa pentingnya proses pengeluaran gas dari anus ini?
 
Pernahkah Anda berpikir apa yang akan terjadi jika gas tersebut terus tertahan di dalam tubuh Anda? Berikut Kami akan menguraikan makna-makna dibalik proses pengeluaran gas tersebut dari saluran pencernaan. 

Mengapa Bisa Terjadi Kentut?
Kentut berasal dari gas-gas yang terdapat di dalam usus. Gas-gas ini berasal dari udara yang tertelan saat seseorang makan/minum dan dari hasil pencernaan makanan yang tidak sempurna di dalam usus. Produksi gas dalam usus biasanya akan meningkat setelah makan. Gas yang terbentuk akan dibawa menuju ke rektum (bagian akhir dari usus) melalui gerakan peristaltik usus yang juga akan membawa sisa pencernaan (feses). Gas atapun feses yang telah mencapai rektum akan menimbulkan keluhan yang serupa, yaitu rasa tidak nyaman di sekitar perut dan mulas. 

Selanjutnya kentut akan dikeluarkan melalui anus secara tidak sengaja ketika tekanan di dalam rektum lebih besar daripada kekuatan sphincter anus, misal saat batuk, bersin atau orgasme ataupun dikeluarkan secara sengaja (sadar) dengan meningkatkan tekanan rektum dan mengurangi tekanan spincter anus sehingga gas tersebut mudah keluar.
Mengapa Kentut Berbunyi?

Pengeluaran gas melalui sphincter anus biasanya akan menghasilkan suara yang khas akibat adanya vibrasi dari sphincter anus atau akibat gerakan menutup pantat. Suara yang dihasilkan dapat bervariasi (bisa keras, bisa juga tidak terdengar), tergantung dari kekuatan sphincter anus, kecepatan dari pelepasan gas dan faktor-faktor lain seperi air dan lemak tubuh.

Mengapa Kentut Berbau?
Gas yang dikeluarkan saat kentut terdiri atas campuran beberapa macam gas. Nitrogen dan karbondioksida merupakan gas paling utama yang terdapat pada kentut. Komposisi gas lain yang terdapat dalam kentut, antara lain hidrogen, methana, oksigen, dll. Gas yang dihasilkan saat kentut seringkali menimbulkan bau yang tidak sedap. Selama bertahun-tahun diduga bahwa bau tersebut berasal dari skatole dan indole, yang merupakan hasil proses pencernaan dari daging.
Namun, dengan pemeriksaan lebih lanjut ditemukan bahwa bau tak sedap tersebut berasal dari gas yang mengandung sulfur, seperti methanethiol, hidrogen sulfida, dan dimethyl sulfida. Disamping itu, bau-bau tak sedap tersebut juga berasal dari sejumlah besar bakteri mikroflora di dalam usus dan adanya feses yang tertahan di dalam rektum.
Makanan Apa Yang Dapat Memicu Kentut?

Terdapat beberapa makanan yang dapat meningkatkan produksi gas dalam usus, diantaranya adalah makanan yang kaya akan akan polisakarida (terutama oligosakarida), seperti kacang-kacangan, produk susu, bawang, bawang putih, daun bawang, lobak, ubi jalar, kacang mete, gandum, ragi dalam roti, dan sayuran lainnya.
Apa Akibatnya Jika Kentut Tidak Dilepaskan?
Kentut bukanlah sebuah racun, namun merupakan gas alami yang dihasilkan dari tubuh seseorang dan harus dikeluarkan. Seseorang yang menahan kentutnya akan merasakan beberapa keluhan yang tidak nyaman akibat pengingkatan tekanan oleh gas tersebut dan pelebaran usus yang abnormal. Kentut yang ditahan dapat menyebabkan seseorang sulit untuk buang air besar. 

Tertahannya gas di dalam usus akan menyebabkan tekanan parsial di rongga usus lebih tinggi daripada tekanan parsial di dalam darah. Akibatnya, gas tersebut akan berdifusi masuk ke dalam pembuluh darah di dinding usus, dan beredar ke seluruh tubuh. Darah yang sudah mencapai paru-paru akan melepaskan gas ini bersama-sama dengan udara pernapasan. Seseorang yang menahan kentutnya sepanjang hari, maka kentut tersebut akan dilepaskan saat dirinya tidur, yaitu ketika tubuh berada dalam kondisi relaksasi

Apa Manfaat Kentut Bagi Kesehatan?
Dari sisi kesehatan, kentut menunjukkan adanya aktivitas usus yang baik. Seseorang yang baru menjalani operasi dengan bius total perlu menunggu hingga tiba saatnya kentut sebelum dirinya diizinkan dokter untuk makan dan minum. Kentut sering dijadikan petunjuk oleh dokter dan petugas kesehatan lainnya bahwa fungsi usus telah kembali normal. 

Menurut penelitian yang dilakukan oleh sub-departement of Human Gastrointestinal Physiology and Nutrition dari Royal Hallamshire Hospital, volume gas yang dikeluarkan saat kentut dalam keadaan normal dapat mencapai kira-kira 476-1490 ml (rat-rata 705 ml) dalam 24 jam. Seseorang yang terlalu sering kentut atau bahkan tidak bisa kentut sama sekali menunjukkan adanya kelainan tertentu pada saluran pencernaannya. Terjadinya gangguan dalam pelepasan gas pencernaan yang diikuti dengan timbulnya gejala lain merupakan salah satu alasan untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.
sumber: id.shvoong.com

Baca Lanjutan Bahaya Menahan Kentut dan Kenapa Kentut Berbau ?


Senin, 21 Mei 2012 | 15.35 | 0 Comments

Cara Menebak Siapa yang Kentut




Di suatu siang yang cerah, kamu baru aja balik makan siang sama temen-temen kamu. Terus kamu sekarang ceritanya lagi naek lift/mobil atau apapun pokoknya yang berupa ruangan sempit dan tertutup. Keadaan saat itu lagi menyenangkan. Kamu asik mengobrol dan bersenda gurau dengan teman-teman. Dunia rasanya indah sekali. Namun tiba-tiba….
Muncul bau busuk yang sangat memuakkan dan memualkan. Entah dari mana asalnya, tanpa suara, dan tanpa bentuk. Senyum di muka kamu dan teman-teman langsung terhapus dan tergantikan oleh dahi yang mengerenyit, mata yang memicing, dan napas yang ditahan. Semua diam tak ada yang bersuara, tak ada yang berkomentar, namun kalian semua tahu, bahwa salah satu dari kalian baru saja kentut.
Sebelum kalian saling menuduh, menunjukkan jari dan memaki yang akhirnya akan menghancurkan persahabatan kalian, mendingan baca dulu nih, MBDC bakal ngasi tau gimana caranya mengetahui siapa yang barusan kentut. Enjoy…

1. Analisa Bau

Hirup aroma kentut yang memenuhi udara sekitar kamu dalam-dalam, dan coba cerna, bau apakah itu ? Lalu ingat-ingatlah temen kamu tadi abis makan apa aja. Kentut orang yang abis makan pecel lele tentu beda dengan yang abis makan nasi padang. Apalagi yang abis makan ubi atau pete.
Cara analisa bau ini adalah cara yang paling ampuh, tapi juga paling susah. Ada beberapa orang yang memang terlahir dengan daya penciuman yang tajam, tapi kalo kamu cuma orang biasa jangan putus asa, kamu bisa berlatih dengan menganalisa kentut kamu sendiri, setelah makan makanan yang berbeda.

2. Puji Kentutnya

Siapa sih yang nggak seneng dipuji. Orang yang kalo dipuji trus malah marah juga sebenernya dalem hati seneng. Nah, pujian juga bisa jadi cara yang ampuh untuk mengetahui siapa yang kentut. Pujian buat kentut seseorang juga bermacam ragam, misalnya ada bau-bau comberan campur kecoa mati, trus kamu komentar aja:
"Eh siapa yang barusan nyemprot pewangi ruangan? Kok tau-tau bau mahogany lavender gini?"
atau..
"Ini parfum siapa nih tau-tau kecium? Baunya ngingetin gue ama kebun bunga pas gue liburan kemaren"
Dengan memuji kentut seseorang, dia pasti bakal merasa senang, dan mungkin bakal ngaku. Kalo nggak ngaku sekalipun, pasti dia bakal senyum-senyum sendiri, sumringah gitu gara-gara kentutnya dipuji. Terus kamu bisa tau sendiri siapa yang kentut.
Cara ini sebaiknya jangan sering-sering dilakuin, karena bisa jadi yang kentut malah kegeeran, terus dia malah kentut terus-terusan.

3. Interogasi

Pasti diantara temen-temen kamu, ada yang terkenal jorok dan yang udah-udah sih kalo ada kasus kentut-lari (kentut terus kabur nggak ngaku -red) biasanya dia tersangka utama atau terdakwanya. Kamu coba aja interogasi temen-temen kamu, sok-sok detektif gitu. Tanyain apakah mereka abis makan sesuatu yang bikin lambung penuh gas, atau ada yang emang lagi masuk angin. Coba inget-inget kejadian yang terjadi sampai keluarnya kentut tersebut, ada yang tiba-tiba diam dan merubah posisi pantat atau enggak. Apakah temen-temen kamu punya alibi yang bisa dipertanggung jawabkan. Apakah temen kamu punya motif untuk kentut, dan sebagainya.
Banyak variasi dari cara interogasi ini. Kamu bisa coba cara good cop bad cop dengan temen kamu yang kamu percaya banget bukanlah oknum yang kentut. Ato kamu juga bisa fokusin interogasi sama satu orang, dan kamu galakin dia sampe nangis-nangis gitu, nanti yang kentut akhirnya merasa iba dan ngaku karena nggak tega. Gitu deh.

4. Pura-Pura Pingsan

Jelas lah ya. Kamu pura-pura pingsan aja gitu gara-gara saking baunya itu kentut. Terus nanti yang kentut bakal ngerasa bersalah dan ngaku. Lebih seru lagi kalo kejadian kentutnya di mobil, dan kamu yang nyetir. Nanti kamu pura-purang pingsan dan akhirnya kecelakaan. Terus nanti bisa adegan dramatis a la sinetron gitu "GARA-GARA KENTUT LO, KITA SEMUA KECELAKAAN !" Wuih. Seru kan.
Nah, sekarang udah tau kan cara nebak siapa yang kentut. Sekarang terserah kamu, mau diapain tuh yang kentut sembarangan. Dan kalo ada cara-cara ampuh juga, dishare juga ya..
Baca Lanjutan Cara Menebak Siapa yang Kentut


 
Copyright Berita Bacaan © 2010 - All right reserved - Editing Beritabacaan Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.